Thursday, 12 August 2021

Tulisan Tangan Membantu Belajar Bahasa Lebih Baik daripada Lewat Mengetik, Inilah Penjelasannya

Menulis dengan tangan memiliki manfaat ganda. Foto: Pixabay

Ketika belajar sebuah bahasa baru, menuliskannya dengan tangan bisa lebih efektif daripada mengetikkannya di atas keyboard, demikian hasil studi baru yang dilakukan para peneliti di Universitas John Hopkins.

Dilaporkan pertama kali dalam ScienceAlert, para peneliti meminta 42 relawan dewasa untuk belajar huruf Arab. Beberapa relawan diminta untuk belajar dengan mengetikkannya, sebagian lagi belajar sambil menonton video tutorial, dan yang lainnya diminta menuliskannya seperti cara lama di sekolah. 

Para peneliti menemukan bahwa para pelajar dalam kelompok tulis tangan belajar huruf lebih cepat dari yang lain.

Dan mereka juga lebih responsif dalam mengaplikasikan ilmunya menggunakan huruf-huruf tersebut untuk membuat kata-kata baru dan mengenal kata-kata yang belum pernah mereka kenal sebelumnya.

Para peneliti kemudian mencoba untuk memahami bagaimana pembelajaran tersebut bisa digeneralisasi. Dalam uji coba selanjutnya, penggunaan keterampilan yang belum diajarkan, pada kelompok tulisan tangan menunjukkan kinerja yang lebih baik. 

Penelitian ini menyoroti bahwa keuntungan mengajar lewat menulis tidak hanya menghasilan tulisan tangan yang baik. Faktanya, pengetahuan bahasa lebih baik disisipkan ke dalam otak peserta didik lewat tulisan.

Memang relawan sebanyak 42 bukanlah ukuran sampel yang besar, namun melihat kecenderungan dalam studi ini, pulpen dan kertas masih diperlukan dan sangat penting dalam hal pembelajaran, walaupun format digital terus berubah dinamis.

Ilmuwan kognitif Brenda Rapp dari Universitas Johns Hopkins menjelaskan, “Ada pertanyaan di luar sana untuk orangtua dan para pendidik, mengapa anak-anak kita menghabiskan waktu melakukan tulisan tangan.

“Jelas, anda bisa menjadi penulis tangan yang lebih baik jika mempraktekkannya. Kecuali orang yang kurang dalam menulis tangan, mungkin tidak peduli.

“Pertanyaan sesungguhnya adalah: Apakah ada manfaat lain dalam tulisan tangan sehingga harus membaca, mengeja, dan memahami? Kami menemukan manfaatnya dengan pasti.

Robert Wiley, peneliti dari Universitas Caroline yang melakukan riset ini menyatakan, “Pembelajaran utama dari hal ini adalah, walaupun mereka baik dalam mengenal huruf-huruf, latihan menulis adalah sangat baik dalam hal apapun.

“Dan tidak membutuhkan banyak waktu melakukannya. Dengan menulis, anda mendapat representasi lebih kuat dalam pikiran yang membuat anda siap menuju jenis tugas yang tidak melibatkan tulisan tangah.”***

Sumber: Zona Priangan/Dede Suhaya


Thursday, 5 August 2021

Mana yang Benar UTS atau PTS , UAS atau PAS? Ini Penjelasannya

Siswi SMP Plus Manbaul Falah, Cihampelas, KBB saat melakukan PTS (diambil sebelum Covid-19). Foto: Zonapriangan.com/Dede Suhaya

STAF TU - Di antara para pendidik dan peserta didik sering menggunakan istilah-istilah yang berbeda-beda untuk maksud yang sama, seperti istilah Ulangan Tengah Semester yang disingkat UTS dan Penilaian Tengah Semester yang disingkat PTS.

Kadang seorang guru mengatakan, “Anak-anak minggu depan kita UTS mata pelajaran PPKn.”

Namun seorang siswa yang peduli kerap meralat ucapan guru tersebut, “Pak, bukan UTS tapi PTS.”

Jadi memang dibutuhkan kesepakatan untuk keseragaman penyebutan istilah-istilah dalam dunia pendidikan. Tapi masalahnya mengapa terjadi perbedaan tersebut?

Perbedaan istilah itu karena adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan Pendidikan.

Permendikbud ini kemudian dijabarkan dalam sebuah buku Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama.

Dalam buku yang diterbitkan pada 2017 ini, penilaian hasil belajar peserta didik dibagi dalam beberapa penilaian, seperti Penilaian Harian (PH) yang sebelumnya disebut Ulangan Harian (UH), Penilaian Tengah Semester (PTS) yang sebelumnya disebut Ulangan Tengah Semester (UTS).

Kemudian Penilaian Akhir Semester (PAS) yang sebelumnya disebut Ulangan Akhir Semester (UAS), Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang sebelumnya disebut Ulangan Kenaikan Kelas (UKK), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dan Ujian Sekolah (US).

Penjelasan lebih lanjut seperti di bawah ini:

Penilaian Harian (PH) adalah proses pengumpulan dan peng­olahan informasi hasil belajar peserta didik yang digunakan untuk menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi dan memperbaiki proses pem­belajaran, dan mengetahui tingkat penguasaan kompetensi serta menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi.

Penilaian Tengah Semester (PTS) adalah penilaian yang dilaksa­nakan pada pekan ke­-8 atau ke­-9 dalam satu semester. Adapun materi PTS meliputi semua Kompetensi Dasar (KD) yang sudah dipelajari sampai dengan pekan ke­-7 atau ke­-8.

Penilaian Akhir Semester (PAS) adalah penilaian yang dilaksa­nakan pada akhir semester gasal dengan materi semua KD pada semester tersebut.

Penilaian Akhir Tahun (PAT) adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir semester genap dengan materi semua KD pada semes­ter genap.

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan satuan pendidikan untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.

Ujian Sekolah (US) adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik terhadap Standar Kompetensi Lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam USBN dan dilakukan satuan pendidikan.***

Sumber: Zona Priangan/Dede Suhaya

 

 

Tulisan Tangan Membantu Belajar Bahasa Lebih Baik daripada Lewat Mengetik, Inilah Penjelasannya

Menulis dengan tangan memiliki manfaat ganda. Foto: Pixabay Ketika belajar sebuah bahasa baru, menuliskannya dengan tangan bisa lebih efekt...